goreng sumsum

Sahabat KCK Berbagi

Latest Post

Fiqih Islami

Written By Unknown on Selasa, 02 April 2013 | 01.24

Telah menjadi pandangan aksiomatik di tengah-tengah umat Islam, bahwa ilmu fiqih merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan ajaran Islam.
Dengan ilmu tersebut, seorang muslim dapat mengetahui hal-hal yang halal maupun haram, sehingga ia dapat mengaktualisasikan keislamannya dengan baik, benar, dan sempurna. Bentuk aktualisasi ini lebih dikenal dengan istilah al-wazi ad-diniy.
Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pengajian-pengajian rutin di berbagai masjid di tanah air, yang lebih menitik-beratkan tema kajiannya pada tema-tema fiqih. Meski kitab-kitab yang dikaji bukanlah kitab fiqih, seperti kitab hadits Riyadhus Shalihin dan kitab Tafsir Ibnu Katsir.
Dan lebih dari itu, jika kita cermati dengan seksama, kita akan dapati bahwa istilah fiqih itu sendiri merupakan terminologi yang sangat identik dengan Islam dan kebudayaan Islam. Hingga dapat dikatakan bahwa fiqih telah menjadi sebuah ilmu layaknya tradisi yang melekat pada ajaran Islam dan umat ini.


Adakah kita pernah mendengar agama lain diluar Islam menggunakan istilah fiqih untuk mengungkapkan ritus-ritus ajaran mereka, terkhusus ritual ibadah?


Baik dalam agama samawi seperti Yahudi dan Nashrani ataupun agama ardhi seperti Budha dan Hindu, kita tidak meneukan istilah fiqih di dalamnya. Kita tidak pernah mendengar istilah fiqih Nasrani, fiqih Yahudi, fiqih Majusi, fiqih Budha, fiqih Hindu dan seterusnya.
Istilah fiqih tidak pernah sama sekali terdapat pada ajaran agama-agama selain Islam. Istilah fiqih boleh dibilang merupakan istilah yang khusus dimiliki hanya oleh agama Islam.
Terkait istilah ini, penulis teringat sebuah buku kontroversial yang ditulis beberapa tahun lalu secara ‘berjamaah’ oleh orang-orang yang mengklaim diri mereka sebagai pembaharu dan cendikiawan muslim.


Buku itu berjudul ‘Fiqih Lintas Agama’. Jika kita baca sepintas dari judulnya setidaknya pemahaman yang timbul dalam benak kita adalah bahwa setiap agama memiliki khazanah fiqih tersendiri. Artinyaistilah fiqih yang secara bahasa berarti pemahaman atau pemahaman yang mendetail (al fahm ad daqiq), dimilki pula oleh agama-agama di luar Islam.


Namun sangat disayangkan buku ini tidaklah mencerminkan sebuah kajian fiqih dengan pendekatan ajaran-ajaran normatif agama yang ada.


Buku itu tidak lebih dari sebuah karya tulis yang dimaksudkan mendistorsi bahkan mendekontruksi ajaran-ajaran Islam yang telah mapan dan menjadi kesepakatan (ijma’) ulama Islam sepanjang masa. Isi buku itu di antaranya masalah pernikahan beda agama, pembagian warisan dan lain sebagainya.
Namun pada tulisan ini, penulis tidak bermaksud memberikan tanggapan atas buku tersebut. Akan tetapi penulis lebih menitik beratkan pada term ‘fiqh’ yang dijadikan tema utama buku tersebut. Hingga akhirnya penulis berasumsi bahwa istilah ‘fiqih’ pada dasarnya merupakan istilah yang hanya ada pada agama Islam an sich atau milik Islam semata.
Asumsi di atas pada awalnya merupakan asumsi subyektif penulis sendiri, hingga asumsi tersebut setidaknya mulai terbukti kekeliruannya ketika penulis mendapati penisbatan istilah lain atas istilah fiqih dalam muqaddimah sebuah karya monumental ulama masa kini dalam masalah fiqih, al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah.


Dalam buku tersebut (yang berjumlah kurang lebih 45 jilid), para ulama yang terkumpul dalam Kementrian Waqaf Kuwait menyebut dua istilah yang dinisbahkan kepada term ‘fiqih’ yaitu al fiqih al Islamy (fiqih yang berlandaskan pada dasar-dasar agam Islam) dan al Fiqih al Wadh’i (fiqih yang tidak berlandaskan pada dasar-dasar agama Islam atau sering disebut dengan hukum positif). Dalam arti lain, istilah fiqih tidak hanya milik Islam saja namun ajaran lain pun atau produk hukum lainpun dapat disebut dengan fiqih.
Namun menurut hemat penulis, para ulama itu ketika menyebut kedua istilah tersebut, pada dasarnya hanya bertujuan untuk memudahkan penyebutan semata. Dengan tujuan memberikan perbandingan antara produk hukum yang dihasilnya berdasarkan ajaran Islam dan produk hukum lainnya yang tidak bersandar pada Islam sama sekali. Sebab kedua produk hukum itu pun dihasilkan melalui penelitian dan pemahaman yang mendalam, sebagaimana proses tersebut dapat dipadankan dengan pengertian etimologi fiqih.


Namun perbedaan akan semakin tampak ketika kita melihat sumber yang dijadikan dasar dilahirkan dua fiqih tersebut. Setidaknya penisbatan diatas memiliki persamaan dengan istilah lainnya yang terkait seperti penisbatan hukum positif (al wadh’i) atau produk hukum suatu bangsa tertentu kepada istilah ‘at tasyri’’, semisal at tasyri’ al asyuri, at tasyri’ al babiloni, at tasyri’ al fir’auni dll.
Mengapa penulis berkesimpulan demikian?.

Setidaknya kesimpulan penulis tersebut berdasarkan dua alasan berikut:
Pertama, secara etimologi dan terminologi, istilah fiqih memiliki akar yang sangat kuat dalam khazanah Islam.


Dalam hal ini, Al Qur’an dan al Hadits sebagai sumber ajaran Islam secara eksplisit menyebut istilah fiqih seperti yang tertuang dalam surat at Taubah; 122 (liyatafaqqahu fi addin).


Ataupun seperti doa Nabi Muhammad SAW kepada Ibnu Abbas Rahiyallahuanhu, “Allahumma faqqihhu fi ad din wa ‘allimhu at ta’wil”.


Namun, meskipun pada awalnya istilah ‘fiqih’ mengalami beberapa fase perkembangan, namun pada akhirnya para ulama pun ketika memutlakkan istilah fiqih, mereka mengartikannya sebagai;


“Sekumpulan hukum dan permasalahan syariat yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia”.

Adapun ilmu fiqih berarti sebuah; “Ilmu yang membahas hukum-hukum syara’ yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia berdasarkan dalil-dalilnya yang terperinci.”


Dengan demikian sebuah kumpulan hukum atau disiplin ilmu yang tidak bersandarkan pada dalil-dalil syara’ tidak dapat dinyatakan sebagai fiqih.
Kedua, orisinalitas istilah ‘fiqih’ bagi agama Islam dapat dianalogikan dengan istilah-istilah lainnya dalam agama ini, seperti shalat, zakat, haji, shaum, bahkan istilah syariat dan dakwah.


Terkait istilah ‘syariat’, Syaikh Manna’ al Qaththan dalam bukunya ‘at Tasyri wa al Fiqh al Islamy’ telah mengkritik kalangan yang menyebut hukum positif sebagai at tasyrî’ al wadh’î sedangkan wahyu ilahi disebut dengan at tasyrî’ as samawî,


Menurut beliau yang benar adalah bahwa istilah syariat/tasyri’ hanya boleh disandarkan pada wahyu bukan selainnya dari hasil olah fikir manusia maupun sistem-sistem ciptaan mereka. (Manna’ Khalil al Qaththan, at Tasyrî’ wa al Fiqh al Islâmî, hal. 15-16).


Demikian pula dengan istilah dakwah yang juga merupakan istilah khusus yang dimaksudkan membawa manusia kejalan Allah. Dalam arti lain tidak semua ajakan (dakwah) dinamai dakwah bila tidak dimaksudkan untuk membawa manusia ke jalan Allah.
Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Sayyid Quthub, “Sesungguhnya dakwah adalah dakwah (seruan) kejalan Allah, bukan ke jalan da’i atau kaumnya. Tiada bagi da’i dari dakwah yang ia lakukan, kecuali menjalankan tugas dan kewajibannya kepada Allah SWT.” (Sayyid Quthb, fî Zhilâl al Qur’ân, jilid. IV, hal. 2301-2302).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penisbatan istilah ‘islamy’ kepada istilah ‘fiqih’ sebagaimana judul di atas, hanya dimaksudkan sebagai penekanan semata. Sebab, sebagaimana berdasarkan alasan-alasan di atas, dapat dinyatakan bahwa istilah ‘fiqih’ meskipun tanpa embel-embel ‘islamy’, mutlak merupakan bagian tak terpisahkan dari khazanah Islam


Disamping istilah ini merupakan salah satu wujud keistimewaan agama Islam sebagai satu-satunya agama yang sempurna (syamil) dan menyempurnakan (mutakaamil) serta dapat beradaptasi dengan setiap kondisi (murunah) berlandaskan dasar-dasar agama yang bersifat tsawabit /tetap sekaligus mengakomodasi setiap yang mutaghayyirat/hal-hal yang berubah pada setiap masa dan tepat.
Akan tetapi, keistimewaan tersebut pada dasarnya tidak akan tercapai, kecuali jika komponen-komponen penunjang karakteristik Islam tersebut tidak teralisasikan dengan tepat, yaitu berupa ijtihad-ijtihad fiqih yang harus terus digalakkan untuk menjawab setiap tantangan zaman sembari berdiri di atas pondasi-pondasi ijtihad genarasi terbaik umat ini dengan kembali menggalakkan kajian-kajian seputar turast Islam sembari dengan menciptakan suasana yang kondusif untuk mengaplikasikan turats tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Dan hal tersebut sekali lagi dapat tercapai jika tradisi fiqih dapat mengakar luas di tengah-tengah umat.


Wallahu’alam bi ash showab.

Sumber :Isnan Ansory, MA. (rumahFiqih.com) 

Ceramah Ustd Arifin Ilham

Written By Unknown on Selasa, 12 Maret 2013 | 04.21


Sekilas tentang beliau :
Sampai saat ini KH Arifin Ilham tetap eksis dengan Majelis Dzikirnya. Ia telah membangun Qaddafi Islamic Centre di daerah Sentul atas bantuan dana dari M Qaddafi Libya. Kegiatan Dzikir yang diadakan pada minggu pertama setiap bulan ramai diikuti jamaah dari berbagai daerah. Ribuan jamaah memenuhi ruang Masjid M Qaddafi yang bisa menampung jamaah lebih dari 10.000 orang . Parkir kendaraan juga memenuhi seluruh lapangan parkir hingga melimpah sejauh 500 meter dari Masjid Qaddafi yang menjadi tempat Dzikir berjamaah.






berikut Beberapa Link download Ceramah Beliau.

  1. Hidup untuk mengabdi kepada Allah (DOWNLOAD)
  2. Infaq (DOWNLOAD)
  3. Akal mencari tuhan (DOWNLOAD)
  4. Tujuh sunnah fitrah (DOWNLOAD)


Sekilas tentang beliau : Sampai saat ini KH Arifin Ilham tetap eksis dengan Majelis Dzikirnya. Ia telah membangun Qaddafi Islamic Centre di daerah Sentul atas bantuan dana dari M Qaddafi Libya. Kegiatan Dzikir yang diadakan pada minggu pertama setiap bulan ramai diikuti jamaah dari berbagai daerah. Ribuan jamaah memenuhi ruang Masjid M Qaddafi yang bisa menampung jamaah lebih dari 10.000 orang . Parkir kendaraan juga memenuhi seluruh lapangan parkir hingga melimpah sejauh 500 meter dari Masjid Qaddafi yang menjadi tempat Dzikir berjamaah.

Read more at: http://www.kesantrian.com/2011/03/download-ceramah-ustadz-arifin-ilham.html
Sumber: www.kesantrian.com
Sekilas tentang beliau : Sampai saat ini KH Arifin Ilham tetap eksis dengan Majelis Dzikirnya. Ia telah membangun Qaddafi Islamic Centre di daerah Sentul atas bantuan dana dari M Qaddafi Libya. Kegiatan Dzikir yang diadakan pada minggu pertama setiap bulan ramai diikuti jamaah dari berbagai daerah. Ribuan jamaah memenuhi ruang Masjid M Qaddafi yang bisa menampung jamaah lebih dari 10.000 orang . Parkir kendaraan juga memenuhi seluruh lapangan parkir hingga melimpah sejauh 500 meter dari Masjid Qaddafi yang menjadi tempat Dzikir berjamaah.

Read more at: http://www.kesantrian.com/2011/03/download-ceramah-ustadz-arifin-ilham.html
Sumber: www.kesantrian.com

FIlm-Film JIhad

Written By Unknown on Minggu, 10 Maret 2013 | 03.07

Berikut ini adalah daftar link film-film Jihad yang ana copas dari blog Inspire Movie
Keterangan:
HQ: High Quality
MQ: Midle Quality
LQ: Low Quality
Kemudian diikuti besarnya ukuran file dalam satuan MB.
Semoga bermanfaat!

  1. Dr. Abdullah Azzam (1)     HQ-589MB     MQ-230MB     LQ-84MB
  2. Dr. Abdullah Azzam (2)     HQ-568MB     MQ-222MB     LQ-81MB
  3. Dr. Abdullah Azzam (3)     HQ-492MB     MQ-191MB     LQ-70MB
  4. Anak-anak Perindu Syahid     HQ-599MB     MQ-231MB     LQ-85MB
  5. Bela Gazza     HQ-605MB     MQ-206MB     LQ-86MB
  6. Bells of Dangerous     HQ-683MB     MQ-263MB     LQ-97MB
  7. Brigade Syuhada     HQ-490MB     MQ-191MB     LQ-70MB
  8. Dan Batu Pun Berbicara     HQ-408MB     MQ-158MB     LQ-58MB
  9. Escape From Baghram (1)     HQ-688MB     MQ-233MB     LQ-98MB
  10. Escape From Baghram (2)     HQ-506MB     MQ-196MB     LQ-72MB
  11. Gelora Jihad Aljazair     HQ-568MB     MQ-221MB     LQ-81MB
  12. Iraq Fighting Back     HQ-378MB     MQ-144MB     LQ-53MB
  13. Iraq Under Attack (1)     HQ-412MB     MQ-159MB     LQ-58MB
  14. Iraq Under Attack (2)     HQ-456MB     MQ-178MB     LQ-65MB
  15. Iraq Under Attack (3)     HQ-621MB     MQ-204MB     LQ-87MB
  16. Jihad Afghanistan (1)     HQ-560MB     MQ-217MB     LQ-79MB
  17. Jihad Afghanistan (2)     HQ-347MB     MQ-133MB     LQ-49MB
  18. Jihad Somalia (1)     HQ-671MB     MQ-261MB     LQ-95MB
  19. Jihad Somalia (2)     HQ-419MB     MQ-163MB     LQ-59MB
  20. Kafilah Syuhada Bali     HQ-402MB     MQ-156MB     LQ-57MB
  21. Khattab (1)     HQ-576MB     MQ-224MB     LQ-82MB
  22. Khattab (2)     HQ-448MB     MQ-174MB     LQ-63MB
  23. Lee’s Life for Lies     HQ-392MB     MQ-136MB     LQ-55MB
  24. Menyongsong Daulah Islam Iraq     HQ-467MB     MQ-177MB     LQ-66MB
  25. 2 Tahun Daulah Islam Iraq     HQ-541MB     MQ-208MB     LQ-77MB
  26. Moro The Land of Jihad     HQ-424MB     MQ-165MB     LQ-60MB
  27. Mujahideen Frontline (1)     HQ-449MB     MQ-172MB     LQ-64MB
  28. Mujahideen Frontline (2)     HQ- 319MB    MQ-124MB     LQ-45MB
  29. Neraka Rusia (1)     HQ-363MB     MQ-139MB     LQ-51MB
  30. Neraka Rusia (2)     HQ-347MB     MQ-135MB     LQ-49MB
  31. Neraka Rusia (3)     HQ-418MB     MQ-161MB     LQ-59MB
  32. Neraka Rusia (4)     HQ-598MB     MQ-230MB     LQ-85MB
  33. Peminang Bidadari     HQ-609MB     MQ-228MB     LQ-86MB
  34. Percik Darah di Serambi Al-Quds     HQ-710MB     MQ-215MB     LQ-99MB
  35. Ruh Para Mujahid     HQ-294MB     MQ-100MB     LQ-41MB
  36. Singa-singa Mesopotamia     HQ-548MB    MQ-204MB     LQ-77MB
  37. Sniper (1)     HQ-160MB     MQ-56MB     LQ-22MB
  38. Sniper (2)     HQ-281MB     MQ-105MB     LQ-39MB
  39. Thaliban     HQ-585MB     MQ-224MB     LQ-83MB
  40. The Caravan of Syuhada (1)     HQ-407MB     MQ-155MB     LQ-58MB
  41. The Caravan of Syuhada (2)     HQ-466MB     MQ-182MB     LQ-66MB
  42. The Code of Silence     HQ-535MB     MQ-208MB     LQ-76MB
  43. The Defender of Islam     HQ-447MB     MQ-171MB     LQ-63MB
  44. The Islamic Military in Action     HQ-459MB     MQ-171MB     LQ-65MB
  45. The Manhattan Raid (1)     HQ-560MB     MQ-184MB     LQ-80MB
  46. The Manhattan Raid (2)     HQ-368MB     MQ-133MB     LQ-52MB
  47. The Martyrdoom Operation     HQ-631MB     MQ-225MB     LQ-90MB
  48. The Return of Crusaders     HQ-435MB     MQ-161MB     LQ-62MB
  49. The Shooter     HQ-504MB     MQ-193MB     LQ-71MB
  50. The State of Jihad     HQ-190MB     MQ-73MB     LQ-27MB
  51. Tilas Ilmu di Negeri Jihad     HQ-519MB     MQ-201MB     LQ-73MB
  52. Tragedi Lal Masjid     HQ-242MB     MQ-68MB     LQ-34MB
  53. United States of Losers     HQ-370MB     MQ-139MB     LQ-52MB 
 Kalo Koneksi Antum Sekalian Lelet untul Download Bisa Pesen Downloadannya kepada Kami dengan Mengganti Biaya Download dan DVDnya dimana hasil penjualannya akan didonasikan Untuk Kegiatan Sosial
 

Gubernur Zuhud Itu Menjadi Kuli Di Pasar

Written By Unknown on Sabtu, 09 Maret 2013 | 00.00

Di antara sejumlah peperangan yang paling dahsyat adalah Perang Khandaq. Kala itu kaum Yahudi Madinah melakukan persekongkolan dengan musyrikin Makkah yang terdiri atas berbagai golongan, dan bergabung menjadi satu untuk menghancurkan umat Islam di Madinah.

Blokade dilakukan oleh tentara gabungan itu, didukung dengan sabotase dari dalam oleh orang-orang Yahudi. Umat Madinah sudah mulai dihinggapi kelelahan dan putus asa, kelaparan dan kehilangan semangat, sementara setiap saat tentara musuh bakal menyerbu dengan sengit.
Dalam kekalutan itulah muncul sebuah nama ke permukaan, nama yang tadinya tidak terlalu diperhitungkan milik seorang mualaf muda kelahiran negeri Persia. Ia adalah Salman yang dijuluki al Farisi sesuai tanah tumpah darahnya. Pemuda ini menyarankan agar digali parit panjang dan dalam melingkari kota Madinah.
Rasulullah menyambut gagasan itu dengan gembira. Dan itulah awal kebangkitan semangat umat Islam untuk mempertahankan kedaulatannya dan awal kehancuran musuh-musuh umat Islam.
Sejak itu nama Salman al Farisi mencuat naik. Di zaman pemerintahan Umar bin Khaththab, Salman mendaftarkan diri untuk ikut dalam ekspedisi militer ke Persia. Ia ingin membebaskan bangsanya dari genggaman kelaliman Kisra Imperium Persia yang mencekik rakyatnya dengan penindasan dan kekejaman. Untuk membangun istana Iwan Kisra saja, ribuan rakyat jelata terpaksa dikorbankan, tidak setitik pun rasa iba terselip di hati sang raja.
Di bawah pimpinan Panglima Sa’ad bin Abi Waqash, tentara muslim akhirnya berhasil menduduki Persia, dan menuntun rakyatnya dengan bijaksana menuju kedamaian Islam. Di Qadisiyah, keberanian dan keperwiraan Salman al Farisi sungguh mengagumkan sehingga kawan dan lawan menaruh menaruh hormat padanya.
Tapi bukan itu yang membuat Salman meneteskan air mata keharuan pada waktu ia menerima kedatangan kurir Khalifah dari Madinah. Ia merasa jasanya belum seberapa besar, namun Khalifah telah dengan teguh hati mengeluarkan keputusan bahwa Salman diangkat menjadi amir negeri Madain.
Umar secara bijak telah mengangkat seorang amir yang berasal dari suku dan daerah setempat. Oleh sebab itu ia tidak ingin mengecewakan pimpinan yang memilihnya, lebih-lebih ia tidak ingin dimurkai Allah karena tidak menunaikan kewajibannya secara bertanggung jawab.
Maka Salman sering berbaur di tengah masyarakat tanpa menampilkan diri sebagai amir. Sehingga banyak yang tidak tahu bahwa yang sedang keluar masuk pasar, yang duduk-duduk di kedai kopi bercengkrama dengan para kuli itu adalah sang gubernur.
Pada suatu siang yang terik, seorang pedagang dari Syam sedang kerepotan mengurus barang bawaannya. Tiba-tiba ia melihat seorang pria bertubuh kekar dengan pakaian lusuh. Orang itu segera dipanggilnya; “Hai, kuli, kemari! Bawakan barang ini ke kedai di seberang jalan itu.” Tanpa membantah sedikitpun, dengan patuh pria berpakaian lusuh itu mengangkut bungkusan berat dan besar tersebut ke kedai yang dituju.
Saat sedang menyeberang jalan, seseorang mengenali kuli tadi. Ia segera menyapa dengan hormat, “Wahai, Amir. Biarlah saya yang mengangkatnya.” Si pedagang terperanjat seraya bertanya pada orang itu, “Siapa dia?, mengapa seorang kuli kau panggil Amir?”. Ia menjawab, “Tidak tahukah Tuan , kalau orang itu adalah gubernur kami?”. Dengan tubuh lemas seraya membungkuk-bungkuk ia memohon maaf pada ‘ kuli upahannya’ yang ternyata adalah Salman al Farisi .
“Ampunilah saya, Tuan. Sungguh saya tidak tahu. Tuan adalah amir negeri Madain, “ ucap si pedagang. “ Letakkanlah barang itu, Tuan. Biarlah saya yang mengangkutnya sendiri.” Salman menggeleng, “Tidak, pekerjaan ini sudah aku sanggupi, dan aku akan membawanya sampai ke kedai yang kau maksudkan.”
Setelah sekujur badannya penuh dengan keringat, Salman menaruh barang bawaannya di kedai itu, ia lantas berkata, “Kerja ini tidak ada hubungannya dengan kegubernuranku. Aku sudah menerima dengan rela perintahmu untuk mengangkat barang ini kemari. Aku wajib melaksanakannya hingga selesai. Bukankah merupakan kewajiban setiap umat Islam untuk meringankan beban saudaranya?”
Pedagang itu hanya menggeleng. Ia tidak mengerti bagaimana seorang berpangkat tinggi bersedia disuruh sebagai kuli. Mengapa tidak ada pengawal atau tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kalau ia seorang gubernur?
Ia barangkali belum tahu, begitulah seharusnya sikap seorang pemimpin menurut ajaran Islam. Tidak bersombong diri dengan kedudukannya, namun ia dituntut merendah di depan rakyatnya. Karena sejatinya, menjadi pemimpin adalah pelayan. Ya seperti, Salman Al Farisi, Gubernur Zuhud yang menjadi kuli di Pasar.  [Novelan, Sumber: Kisah Orang-orang Sabar]

Menunggu saat-saat kehancuran Yahudi

Written By Unknown on Jumat, 08 Maret 2013 | 02.23

Menunggu saat-saat kehancuran Yahudi . Sejarah Yahudi Adalah Kehinaan, Pasti Mereka Terkalahkan

 Al-Hamdulillah, Dzat yang memporak-porandakan pasukan Ahzab, penolong hamba-hamba beriman dan berjihad. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Kebiadaban berulang ditunjukkan Zionis yahudi bangsa Israel. Pembunuhan masal kembali dilakukan terhadap kaum muslimin Gaza, Palestina. Ratusan lebih anak-anak menjadi korban. Disusul kaum wanita menempati urutan kedua. Selanjutnya kaum lemah dari kalangan orang tua dan sedikit dari pejuangnya.
Mereka senantiasa haus untuk menumpahkan darah orang beriman. Mereka sangat menikmati pembunuhan terhadap anak-anak kaum muslimin. Bahkan salah seornag tokoh mereka mengatakan, ia mendapati kepuasan saat melihat darah anak-anak Palestina tertumpah. (Sebagaimana disebutkan DR. Abdul Aziz al-Rantisi dalam tulisannya: Sayuhzamul Irhab al-Suhyuni)
Kebencian dan permusuhan Yahudi terhadap kaum muslimin tidak bisa ditutup-tutupi. Hanya orang buta saja yang menilai itu kejahatan yang bisa dilakukan siapa saja. Padahal Allah telah menyebutkan dalam Kitab-Nya, kekejaman mereka merupakan bagian dari karaktristik mereka yang tidak bisa lepas,
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (QS. Al-Maidah: 78)
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan, laknat yang menimpa mereka dalam kurun waktu yang sangat lama disebabkan kedurhakaan mereka kepada Allah dan kezaliman mereka yang melampaui batas terhadap makhluk-Nya.
Al-Qur’an juga mencatat, dahulu, Yahudi telah membunuh para Nabi pilihan Allah. Sekarang, mereka membunuh orang-orang shalih yang mengimani para utusan Allah.
Pantaslah jika Allah mengancam mereka, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-A’raf: 167)
Pada masa Nabi Musa, Beliau ‘Alaihis Salam memungut upeti dari mereka selama 7 tahun. Lalu kehinaan mereka berlanjut saat mereka berada di bawah kekuasaan Yunani dan raja-raja sesudahnya. Saat kekuasaan di tangan Nashrani, mereka juga dihinakan dan mendapat berbagai siksaan sebagai hukuman Allah terhadap perbuatan mereka.
Kemudian datang Islam, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghinakan mereka dengan memunggut pajak dan upeti dari mereka agar mendapat rasa aman. Hal ini juga sebagai hukuman atas mereka yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya serta mendustakan ayat-ayat Allah.
Kehinaan juga akan meliputi akhir sejarah mereka saat mereka menjadi pengikut dan pasukan Dajjal terlaknat. Kemudian kaum muslimin yang ditemani Nabi Isa ‘Alaihis Salam akan membunuh mereka. Dan ini pertanda sudah dekatnya kiamat.
Ringkasnya, bahwa kafir Yahudi sebenarnya umat terhina yang harus dihinakan. Dan ujung dari sejarah mereka adalah kehinaan. Karena itulah, pejuang Islam jangan gentar menghadapi keangkuhan Yahudi terlaknat. Sehebat-hebat senjata pembunuh mereka, ujung dari mereka adalah kekalahan dan kehinaan.
Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, hingga kaum muslimin membunuhi Yahudi. Sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; ‘Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia,’ kecuali pohon Gharqad, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi.” (HR. Ahmad)
. . . kafir Yahudi sebenarnya umat terhina yang harus dihinakan. Dan ujung dari sejarah mereka adalah kehinaan. Karena itulah, pejuang Islam jangan gentar menghadapi keangkuhan Yahudi terlaknat. . .

Kehancuran Yahudi

Al-Qur’an telah mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”.  (QS.  Al-Isra’: 7)
Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. Dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar.
Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania). Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel.
Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun.
Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz  makanan dan satu dirham, Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang asing yang melarangnya.”
Kemudian berkata lagi: “Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan.” Kami bertanya: Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang Romawi.” (HR. Muslim)
. . . Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel?  Pasukan Islam dari Khurasan (Afghanistan) dengan bendera-bendera hitam, . . (al-Hadits) . . .
Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).
Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:
Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)
Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].
Al-Hafizh Ibnu Hajar  berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Fathul Bari (6/610)]. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Sumber : http://www.voa-islam.com

Selamatkan Generasi Islam Dari Perayaan Valentine Day

Written By Unknown on Selasa, 12 Februari 2013 | 09.56



Tak terasa di tahun 2013 ini kita sudah berada di bulan Februari, yang tentunya kita tahu betul satu perayaan yang sering di elu-elukan di bulan ini, yang sering disebut sebagai Valentine Day, dimana sering kali banyak pemaknaan yang terjadi terhadap Valentine Day, bahkan kalo boleh kita katakan, justru banyak sekali penyimpangan-penyimpangan terhadap perayaan hari Valentine day dengan kata lain hari itu identik dengan berbagai kegiatan kemaksiatan yang dilakukan oleh generasi muda kita, bahkan yang lebih mengerikan lagi  hal ini di fasilitasi  secara terang-terangan. Ada kiriman gambar dari seorang kawan yang diambil dari sebuah mini market yang menyediakan paket valentine day  dengan isi paket yang kita anggap kurang pantas, dan seolah-olah perzinaan dikalangan  pemuda-pemudi kita sudah menjadi sesuatu yang lumrah.
 
(dipampang si sebuah mini market sebagai pakel Valentine day)


Sebagai generasi muslim apa kita juga akan diam saja membiarkan kemasiatan terjadi disekitar kita? Yuk coba kita mengurai sejarah tentang hari Valentine sehingga kita bisa bersikap .
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
 
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
 
Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

 SEJARAH VALENTINE:
Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
 
1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
 
2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
 
3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
 
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acaraValentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
 
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
 
Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
 
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
 
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
 
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
 
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' karana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga kita Semua bisa mengambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Spanyol..
Wallahu a’lam bissowaf

Posting Terbaru

Penampakan Paket Buku Saku Islami

Populer post

Kesehatan

label post

Oase Iman

 
Support : Modified | website murah | KomputerMurah
Copyright © 2011. ujicoba - All Rights Reserved
Template Created by Maskolis.com
Proudly powered by Blogger