IKHLAS ATAU TIDAK IKHLAS TETAP DIBALAS
Sebenarnya sih, berapapun yang disedekahkan, pasti dibalas dan dilipat gandakan oleh-Nya.Tidak jadi soal, apakah anda ikhlas ataupun tidak.Tidak jadi soal, anda beriman atau tidak.Buktinya,banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya, padahal mereka atheis. Berul sekali, mereka atheis. Bagi mereka, hampir-hampir tidak ada istilah ikhlas! Hampir-hampir ridak ada istilah iman! Wong, tujuan mereka bersedekah biasanya cuma untuk mengangkat merek dan mengurangi pajak!
Balasan, inilah Hukuman Kausalitas dari-Nya dan janji tertulis dari-Nya. Yang saya maksudkan balasan disini adalah balasan jangka pendek(dunia). Tentu saja, dengan ikhlas dan iman, kita akan beroleh nilai tambah, berupa balasan jangka panjang(akhirat) yaitu ridho, pahala, dan surga dari-Nya. Terus, balasan jangka pendek itu bentuknya apa? yah, berbentuk materi atau sesuatu yang setara dengan itu. Misal :keuangan, Kesehatan, Keselamatan, dan kemudahan urusan. Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi : Bankir pribadi, karena memudahkan keuangan kita, Dokter pribadi, karena memelihara kesehatan kita, Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala, Asisten pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita. Disisi lain, sebenarnya setiap kali anda bersedekah itu mendorong roda ekonomi berputar lebih produktif. Bahkan membuka pintu rezeki banyak orang. Dan mudah-mudahan, itu semua kembali kepada anda. Katakanlah, anda memberi uang kepada pengemis, dengan uang itu pengemis dapat membeli sebungkus nasi. Itu berarti si penjual nasi dapat menjalankan usahanya, menafkahi keluarganya, membuka pintu rezeki bagi karyawan dan pemasoknya. Roda ekonomipun berputar lebih produktif. Yes, LIFE IS BEAUTIFUL, LOVE IS WONDERFUL, GIVING IS POWERFUL.
PAMRIH?BOLEH,BOLEH,BOLEH
Pertengahan 2009, saya mendapatkan ilmu dari seorang ustadz pada salah satu seminarnya. Pada rangkaian seminar tersebut, beliau sering menjelaskan kepada perserta bahwa manusia itu mahluk pamrih. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan kenikmatan(pleasure) dan menjauhi sengsara(pain). Yang Maha Kuasa tahu persis soal ini. Bukankah Dia yang mengajarkan ini, dengan adanya surga dan neraka, pahala dan dosa? Lebih lanjut, Dia menjanjikan Balasan khusus kepada mereka yang bersedekah, yakni balasan 2 kali lipat, 10 kali lipat, atau 700 kali lipat. Kalau tidak boleh pamrih, lha buat apa Dia menuliskan balasan di kitab suci? Buat apa? Jadi, Bolehkah pamrih? Ya, Boleh! Asalkan pamrihnya kepada Dia. Bukan kepada sesama. Dan memang kita disuruh untuk pamrih, berharap, dan meminta kepada-Nya. Bahkan meminta kepadanya dicatat sebagai amal ibadah. Dia malah murka kepada yang tidak mau meminta kepada-Nya. Lagipula, kalau tidak boleh meminta kepada Dia, lantas kita mau minta kepada siapa lagi? Dukun? Mana Boleh! (hanya dua dukun yang boleh didatangi, yaitu dukun beranak dan dukun pijat,, hehehe….
)
TIDAK TEPAT SASARAN? BOLEH,BOLEH,BOLEH
Tidak dapat dipungkiri, orang-orang kiri selalu punya sederet alasan untuk : Menunda sedekah, Memperkecil sedekah, Bersedekah tidak dalam bentuk uang. Demi menyelamatkan dompetnya, ada-ada saja kilah mereka : “Sedekah itu seikhlasnya saja, sekedarnya” liat tuh seolah-olah kata ikhlas itu sama maknanya maknanya dengan sedekah. Padahal tidak begitu! Asal tau saja , Ikhlas itu omongan para pemula. Mereka yang sudah terbiasa bersedekah, sudah lupa sedekah berapa, sedekah dimana. Sedekah kepada siapa.”sedikit tidak apa-apa!yang pentingkan Ikhalas” padahal banyak dan ikhlas, jelas-jelas itu lebih baik, tho? Sudahlah, jangan kikir! (betapa malangnya orang kikir. Tidak ada yang menyukai mereka. Bahkan orang kikir pun benci orang kikir). “Ah, tidak perlu banyak-banyak. Ntar bisa riya (pamer), ujub(bangga diri) dan sombong lho!” padahal bukankah lebih baik bersedekah lebih banyak dan lebih segera,sambil memelihara keikhlaskan? sudahlah, jangan banyak alasan.! “sedekah itu tidak harus bentuk uang . Senyum juga sedekah” Nah ini ada benarnya.Hanya saja itu semua tidak cukup. Tetap perlu bersedekah dalam bentuk uang. Maka muncul 2,5 persen, 10persen, 2 kali lipat, 10 kali lipat dan 700 kali lipat. Sudahlah jangan berdalih terus! Mereka yang menanam keburukan akan menuai keburukan, dan mereka yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan. Tidak perlu risau! Tetaplah berusaha untuk bersedekah. Sekalipun sedekah anda tidak tepat sasaran, balasan dari-Nya untuk anda pastilah tepat sasaran. Tidak mungkin meleset! “Sedekah itu amalan khusus buat orang kaya,” siapa bilang? kitab suci menegaskan, siapa yang disempitkan rezekinya hendaklah menafkahkan sebagian hartanya(sedekah)(Q.S. 65:7). Jadi orang miskin sekalipun disuruh bersedekah. Yah, apalagi anda, yang jelas-jelas bukan orang miskin! hanya orang fakir saja yang tidak disuruh bersedekah. Dalam kitab suci, perkataan kelapangan muncul 13 kali dan perkataan kesempitan muncul 13 kali. Seimbang. Terlepas dari itu, manusia memang disuruh bersedekah, baik diwaktu lapang maupun sempit. Sedangkan perkataan infaq muncul 73 kali dan perkataan kerelaan juga muncul 73 kali. Seimbang, Memang, infaq dan kerelaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kembali soal ikhalas. Ngomong-ngomong, ketika anda belajar solat dulu, apakah ikhlas? Bisa ya, bisa tidak. Kemungkinan besar anda melakukannya sepaya dapat ganjaran dari orang tua, atau sebaliknya supaya terhindar dari hukuman. Iya kan? Lha, sekarang apakah anda shalat karena ganjaran atau hukuman dari orang tua? Tentu tidak, Mudah-mudahan sekarang anda shalat dengan ikhlas beneran, Jadi, karena sering-sering shalat, akhirnya anda ikhlas dengan sendirinya, Inilah yang dinamakan dengan ikhlas by doing. Dengan kata lain, gak nunggu ikhlas dulu baru shalat. Hah, ajaran dari mana itu?Begitu pula dengan sedekah. Ketika baru-baru bersedekah, mungkin anda juga tidak 100 persen ikhlas, ada sedikit keterpaksaan, ada sedikit ujub, macam-macamlah. Tapi begitu anda sering-sering melakukannya, mudah-mudahan anda akan ikhlas dengan sendirinya. Yap, ikhlas by doing. Dengan kata lain, gak nunggu ikhlas dulu baru bersedekah. Kesimpulannya, solusi alternatif untuk menyembuhkan penyakit dan ujub adalah dengan sering-sering bersedekah. Masih saja kikir? Saran saya, segeralah dirikan satu komunitas Namanya, Perhimpunan Orang Rakus dan Kikir(PORK).. hehehe…
LEBIH BANYAK?BOLEH, BOLEH, BOLEH
Masih soal ikhlas. Sebenarnya anak SD sekalipun tahu, yang namanya ibadah itu ya mesti ikhlas, mana boleh terpaksa, mana boleh riya? mana boleh ujub? apapun jenis ibadahnya! Apakah itu sholat, zikir, puasa, kurban, haji, termasuk sedekah. Jadi semestinya sudah tidak perlu lagi muncul celetukan “sedekah itu harus ikhlas!sedekah itu harus ikhlas!sedekah itu harus ikhlas!” sudahlah, capek saya denger ginian, apa salahnya kita perhatikan jumlah? Dan bicara soal ibadah, mana yang lebih bagus? shalat sunah 2 rakaat dan 4 rakaat? puasa 1 hari atau 2 hari? kurban 1 ekor kambing atau 2 ekor kambing? sedekah 100 ribu atau 200 ribu? secara umum tentu saja lebih banyak lebih bagus. Iya tho? Bayangkan, si A bersedekah 100rb dan si B 200rb, Ikhlasnya sama, nafkahnya sama, tanggungannya sama, Lha, sedekah siapa yang lebih membawa manfaat terhadap orang lain? sedekah siapa yg lebih besar balasannya? walau hanya yang maha membalas yang paling berhak menjawab, namun kita yang awam ini serta merta akan menjawab ” Si B yang sedekahnya lebih banyak” Right?
KETIKA ANDA MENCIPTAKAN KEAJAIBAN
Inilah janji yang Maha Kuasa : “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan allah(sedekah) adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisikan seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (balasan) bagi sesiapa yang hendaki-Nya.(Q.S.2:261).” dan inilah pesan Nabi : Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Perbanyaklah sedekah, sebab itu dapat memanjangkan umur, Bersegeralah bersedekah. Sebab bala tidak pernah mendahului sedekah. khalifah ali juga menasehati : Pancinglah rezeki dengan bersedekah. Nah, mengacu pada bagian dalil di atas dan dalil lainnya, maka inilah manfaat-manfaat sedekah : melipatgandakan rezeki, memudahkan urusan, Memudahkan jodoh, Memudahkan keturunan, Memelihara keselamatan, Memelihara kesehatan, Memanjangkan umur, Menolak bala, kalau bukan keajaiban, lantas semua itu apa namanya? DAHSYAAAATTTTNYA SEDEKAH!!!
Sumber : Catatan sahabat dan dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar